Archive for January, 2007

What a boring life…

Thursday, January 25th, 2007

Hari ini hidup terasa begitu membosankan. Hampir-hampir gak ada semangat buat kerja. Apa ini akumulasi dari “puasa”-ku ya? udah hampir seminggu ini aku gak ketemu perempuanku. Kontak juga jarang.
Mau telpon, lagi boke. Bisa gak makan aku kale uangnmya kepake buat telpon interlokal.
Mau sms, dianya gak pegang HP. Malu kan kalo sms kangen-kangenan tapi yang pertama baca Ibu/Bapaknya!!
Yah, akhirnya kangennya disimpen sendiri, sampe kebawa mimpi, bangun-bangun kepala nyeri.
Duh, biyung, tapi kalo lama-lama begini ya, mana tahan…
Untungnya Tuhan itu Maha Pengasih..pas lagi zaman susah gini, ada satu kabar yang datang. Tulisan yang aku bikin dimuat di Kompas. And that’s mean: FRESH MONEY.
Berarti Sabtu nanti aku bisa pulang ke Jombang, nyusul perempuanku, memuaskan semua rindu-ku..
Hah, tak sabar aku menanti Sabtu..

Perempuan

Tuesday, January 23rd, 2007

Selamat Malam Dunia..
Alangkah indahnya hidup
jika kita, manusia, dapat saling bantu dan berbagi,
tak ada iri dan dengki yang merasuk di hati dan menggerogoti akal.
Tapi apa itu mungkin?
Sejarah dunia kerap diwarnai dengan ceceran darah panjang,
yang bersumber dari iri, dengki, dan kesombongan yang tiada bertepi.
Ingatlah bagaimana Qabil tega menghabisi nyawa adiknya sendiri, Habil,
karena iri terhadap habil yang “lebih beruntung” mempersunting Iqrima.
Iqrima..
Seorang perempuan yang konon cantik rupawan.
dan sejarah dunia pun bergulir memasuki babkan barunya.
Sejarah yang tak pernah lepas dari peran perempuan di dalamnya.
Entah itu sejarah yang harum mewangi atau yang penuh ceceran darah.
Troya yang megah hancur oleh angkara murka Yunani setelah paris melarikan Helena,
atas nama cinta..
Mark Anthony berperang melawan Augustus, konon, demi Cleopatra.
Namun ingatlah, dukungan Khadijah pada Muhammad dalam menyebarkan risalah Langit.
Atau Jean de Arc yang membangkitkan semangat Prancis dalam mengusir orang-orang Inggris.
Perempuan pun ikut menjadi paradoks, di tengah semesta yang paradoksal.
dan bicara tentang perempuan,
aku jadi rindu perempuanku…

Perempuan

Tuesday, January 23rd, 2007

Selamat Malam Dunia..
Alangkah indahnya hidup
jika kita, manusia, dapat saling bantu dan berbagi,
tak ada iri dan dengki yang merasuk di hati dan menggerogoti akal.
Tapi apa itu mungkin?
Sejarah dunia kerap diwarnai dengan ceceran darah panjang,
yang bersumber dari iri, dengki, dan kesombongan yang tiada bertepi.
Ingatlah bagaimana Qabil tega menghabisi nyawa adiknya sendiri, Habil,
karena iri terhadap habil yang “lebih beruntung” mempersunting Iqrima.
Iqrima..
Seorang perempuan yang konon cantik rupawan.
dan sejarah dunia pun bergulir memasuki babkan barunya.
Sejarah yang tak pernah lepas dari peran perempuan di dalamnya.
Entah itu sejarah yang harum mewangi atau yang penuh ceceran darah.
Troya yang megah hancur oleh angkara murka Yunani setelah paris melarikan Helena,
atas nama cinta..
Mark Anthony berperang melawan Augustus, konon, demi Cleopatra.
Namun ingatlah, dukungan Khadijah pada Muhammad dalam menyebarkan risalah Langit.
Atau Jean de Arc yang membangkitkan semangat Prancis dalam mengusir orang-orang Inggris.
Perempuan pun ikut menjadi paradoks, di tengah semesta yang paradoksal.
dan bicara tentang perempuan,
aku jadi rindu perempuanku…

I’m Coming…

Monday, January 22nd, 2007

Hahahaha…
Untuk pertama kalinya aku punya blog.
Ada sedikit rasa senang dan segumpal rasa malu.
Senang, tentu saja karena aku bisa mengikis satu lagi kegagapanku terhadap teknologi.
Malu? So pasti, karena haree gene aku masih gagap dengan teknologi dunia maya.
Tapi nasibku masih jauh lebih beruntung dibanding jutaan anak negeri ini yang hidup jauh di pelosok nusantara dan terputus dari akses teknologi.
Yah, semoga aja teknologi ini lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya.
Moga-moga aja blog ini bisa jadi tempatku berkeluh kesah,
membuang semua uneg-uneg yang bersemayam dalam relung hati.
Biar gak jadi karak yang bisa bikin hati karatan dan tumpul.

Selamat datang dunia maya. Here I Come..

Sang Superego

Monday, January 22nd, 2007

Hidup ini sebuah paradoks,
penuh dengan tesis dan antitesis.
Di saat kita ingin jadi orang yang baik dan jujur,
selalu ada ruang hitam untuk segala kemunafikan dan ketidakjujuran.
Tatkala kita ingin tampil ramah dan “manis”,
tetap saja ada pihak lain yang mencibir dan bersikap sinis.
Tapi, bukan hidup namanya tanpa ambiguitas.
Bahkan, sebuah paradoks sekalipun tetap memiliki jalan tengah.
Sama halnya dengan tesis dan antitesis yang melahirkan sintesis.
Jalan Tengah…
Itu mungkin rahasia sekaligus tugas terbesar dalam hidup ini.
Seperti manusia yang dituntut untuk menyeimbangkan antara id dan egonya,
Hingga lahirlah Sang Superego.