And Jakarta, I will come

Akhirnya nasib membawaku ke Jakarta, kota yang sedari dulu selalu aku hindari. Gak ada sentimen pribadi, sih, mengapa aku gak suka jakarta. Aku cuma gak suka aja. Dulu ketika teman-temanku pada berbondong-bondong “hijrah” ke sana, aku memilih untuk tetap bertahan di Surabaya.

Buat aku, Surabaya masih cukup buat memenuhi semua mimpi-mimpiku. Obsesi yang pada akhirnya harus aku akui sekadar pembenaran atas rasa takutku pada Jakarta. Aku takut berubah, seperti beberapa temanku sekembali mereka dari sana. Aku takut kalau saja aku belum siap menghadapi kota itu.

Tapi barangkali karena takut yang tak beralasan itu, nasib membuka jalanku ke sana. Agar aku tahu jakarta. Agar aku bisa tahu : seberapa kuat aku menaklukkan kota itu. Dan aku harus mampu!!!

2 Responses to “And Jakarta, I will come”

  1. cinta Says:

    selamat berjuang di jakarta, mwah!!

  2. Mirza Says:

    good luck ya yok…
    banyak2 berdoa..
    semoga tuhan melindungi dan tercapai semua hajat hidupmu..
    amin

Leave a Reply